Jaid Youtuber ? Masih Worth it ?

Menjadi youtuber

Dengan adanya virus corona, sebagian dari kita yang biasanya bekerja di luar rumah terpaksa harus berhenti ataupun bekerja dari rumah.

 Karena keasyikan dan terus-terusan di rumah, muncullah ide-ide brillian untuk memulai karirnya sebagai seorang youtuber. Akan tetapi apakah masih worth it untuk menjadi seorang youtuber ? 

Asal kalian tau saja ya, untuk menghasilkan uang ataupu memonitize sebuah youtube itu diperlukan 4000 Jam tayang dari sebuah video dan akun youtube harus memiliki 1000 Subscriber

Jika memang berniat untuk menjadi seorang youtuber buatlah sebuah konten yang pastinya berupa video berisi tentang hal yang mendidik, seperti tutorial, tips dan trik, hasil karya, jangan pula kalian membuat video vlog, dan semacamnya.

Bukannya tidak boleh, namun konten seperti itu (vlog dan semacamnya) malah membuat konten kreator sama semua. Buatlah sedikit berbeda dari konten kreator lain. Contohnya kalian berbakat dalam suatu hal, misalkan memasak, olahraga, dan lainnya.

Berikan bumbu pada konten kalian, misalnya niche memasak. Buatlah konten memasak dengan suasana berbeda dan pastinya berbeda dengan video memasak yang lainnya.

Tonjolkan ciri khasmu.

Apakah kalian berpikir ingin menjadi youtuber karena uang ?

Tidak seperti yang kalian lihat pastinya,

Jangan menonton video "Berapa penghasilan dari youtube", "Penghasilan youtuber pemula", dan video lainnya yang bersangkutan.

Dibalik video itu pasti mereka memiliki usaha yang keras, konsistensi, dan konten yang valueable

Ada strategi yang harus diterapkan untuk berhasil menjadi seorang youtuber.


Apakah menjadi youtuber di tahun 2020 ini masih memungkinkan ?

Namun jika dipikir-pikir lagi apakah menjadi seorang youtuber itu benar menjanjikan ?

Jawabannya adalah tergantung,

Kalau menurut saya sudah tidak layak, dikarenakan sudah banyak orang yang menjadi youtuber dan yang ada kita malah tertimpa videonya. Namun jika kalian memiliki strategi yang matang kenapa tidak ?

Kalau dilihat dari segi persaingan pastinya tentu saja berat. Menjadi seorang yotuber kalau menurut saya sama seperti membangun sebuah brand. Jika brand itu dapat menarik perhatian maka akan mendatangkan traffic. 

Menurut data dari youtube pers, ada lebih dari 2 miliyar pengguna youtube atau sepertiga pengguna internet di dunia, memiliki rentang usia 18-34 tahun.

Jika kalian berhasil menarik perhatian dengan membangun traffic untuk brand kalian, kemungkinan kalian bertahan di youtube juga bakal lama.

Sebaiknya jika ingin jadi youtuber ada baiknya berpikir dulu sebelum bertindak, jangan buang-buang waktu untuk menjadi sesuatu karena ingin mengikuti tren saja.

Berminat jadi youtubers ? Keputusan ada di tangan kalian, buka pada artikel ini.

Artikel ini saya buat berasal dari keresahan saya karena beberapa orang dilingkungan saya mendadak ingin jadi youtuber, jika ada pihak yang tersinggung saya mohon maaf. Ini hanya merupakan sebuah artikel dari pandangan satu pihak saja


No comments for "Jaid Youtuber ? Masih Worth it ?"

Berlangganan via Email